Minggu, 05 April 2015

MOUNTAINERING


Pengertian gunung hutan ialah segala kegiatan yang berada di daerah gunung atau hutan. Kegiatannya meliputi pendakian, observasi dan penelitian.

Motivasi mendaki gunung :
  Mensyukuri nikmat Tuhan Yang Maha Esa.

·         Ingin bersahabat dengan alam.
·         Mengenal alam lebih jauh.
·         Mengenali potensi yang tersimpan di alam bebas.
·         Mencari pengalaman baru.
·         Menempa diri untuk menjadi manusia yang arif dan bijaksana dalam menempuh hidup.

Mendaki gunung dalam pengertian mountaineering terdiri tiga tahap yaitu :
• Berjalan ( hill walking ).
• Memanjat tebing ( rock climbing ).
• Mendaki gunung es ( snow and ice climbing ).
Di Indonesia tahap pertamalah yang banyak di gunakan karena kondisinya yang memungkinkan. Dalam  mendaki gunung ada dua faktor resiko yang mempengarui berhasil tidaknya suatu pendakian :
• Faktor Subyektif ( datangnya dari sipendaki sendiri ). Factor ini harus dipersiapkan sebaik mungkin sebelum pendakian.
• Fakator obyektif ( datangnya dari luar sipendaki ) factor ini bisa berupa badai, hujan, kabut dan sebagainya dsb. faktor ini masih bisa di perhitungkan, meskipun hal ini tidak semudah faktor intern.

PERLENGKAPAN MENDAKI GUNUNG
Untuk sebuah pendakian diperlukan suatu perlengkapan yang harus disiapkan


SEPATU
Sepatu untuk melindungi kaki, sepatu untuk mendaki harus mempunyai sol yang kembangnya besar agar cengkrammannya kuat, berpunggung tinggi supaya biasa imemperkokoh pergelangan kaki, di dalam mempunyai ruang yang luas agar jari-jari kaki tidak terdorong ke depan saat menuruni guunung. dan pilihlah satu nomor lebih besar dari sesungguhnya.

RANSEL
Gunanya untuk membawa semua perlengkapan pendakian, yang perlu di perhatikan dalam penggunaan rangsel ini faktor keamanan dan kenyamanan. Pilihlah ransel yang sesuai dengan postur tubuh. Pengepakan barang juga mempengarui kenyamanan.

PAKAIAN
Karena sering terjadi perubahan suhu udara yang tidak terduga, maka pakaian harus disesuaikan dengan keadaan tersebut. Bahan dan pakaian dipilih untuk menjaga kehangatan tubuh, dari angin dan hujan.
Juga membawa ponco, sarung tangan, sarung kepala, kaos tangan, kaos kaki, bahannya kalau bisa dari wol, warna yang norak. Kalau tersesat tim SAR mudah melihatnya.

TENDA
Tenda merupakan tempat berlindung dari angina dan hujan. Tidur di tenda yang nyaman akan mengembalikan tenaga untuk berjalan esoknya. Dari bentuknya tenda ada beberapa macam, tenda dome, tenda prisma, tenda piramit kubah, tenda barak dan lain lain.

PERLENGKAPAN TIDUR
Bahan terbaik untuk kantung tidur di gunung adalah down atau duvet. Down atau duvet adalah bulu-bulu halus dari unggas aquatik, biasanya angsa atau bebek. Dan harganya mahal.

PERLENGKAPAN MASAK
Kompor yang kecil dan praktis adalah pilihan terbaik untuk memasak di atas gunung. Panci kecil dari almonium atau baja yang lebih praktis nesting, yaitu satu set panic bila tidak dipakai bias disusun menjadi satu. Juga membawa sendok, gelas, piring dan keperluan lainnya.

PERLENGKAPAN MAKANAN
Makanan siap saji pilihan utama di bawa sebagai bekal mendaki gunung. Praktis bawanya, cepat masak sehingga menghemat waktu dan bahan bakar, di took banyak tersedia seperti kornet, sarden, mie instant, biscuit, coklat,dan lain-lain. Pendaki gunung membutuhkan sekitar 5000 kalori 70 gram sampai 100 gram protein.

PERLENGKAPAN TAMBAHAN
Selain perlengkapan utama yang harus dibawa seperti senter, lilin, parang, katong plastic, penangkis serangga, minyak pelindung matahari, obat-obatan pribadi, satu set P3K, perlengkapan kebersihan seperti sikat gigi, sisir, cukur kumis dan lain-lain.



sumber:
DIKTAT PENDIDIKAN PALAGASI


AUTOBIOGRAFI


Saya dilahirkan oleh kedua pasangan Bapak Mardi Wongso Wiyono dan Ibu Sukarni, Bekasi, Jawa Barat pada tanggal 1 April  tahun 1994 dengan nama, Ihwanudin Surya Jaya, biasa dipanggil dengan sebutan Iwan atau Udin. Saya dilahirkan normal. Saya berjenis kelamin Laki-laki. Saya adalah anak ketiga dan terakhir dari 3 bersaudara, kedua kakak saya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, kakak pertama saya bernama Yudho Agus Prasetyo, dia dilahirkan di Jakarta,15 Agsutus dan sekarang beliau sudah menikah dan tinggal bersama istrinya dirumahnya sendiri. Kakak kedua saya lahir pada tanggal 28 Mei dengan nama Fitra Wulandari. Saya beragama Islam.Ketika saya masih kecil saya selalu bercita-cita menjadi pilot. Saya ingin menjadi pilot karna menurut saya tidak semua orang yang bisa mengendarai pesawat. 

Saat saya mempunyai banyak waktu luang saya senang melakukan olahraga dan travelling seperti bermain futsal, bulutangkis, renang, dan naik gunung . Saya telah menjelajah beberapa pulau dan gunung  seperti Pulau Pari di Kepulauan Seribu, gunung Gede di Bogor Jawa Barat,Pangrango di Bogor Jawa Barat, Gegerbentang di Bogor Jawa Barat, Papandayan di  Garut Jawa Barat, Merbabu di Boyolali  Jawa Tengah, Merapi di Jogja Jawa Tengah. Saya tidak suka makanan pedas. Warna kesukan saya adalah biru
Saya tinggal di Komp. Buana Jaya no.19 Jatimekar Jatiasih, Bekasi selatan sejak saya lahir, saya di besarkan dan di didik di sini, sampai saat ini saya masih tinggal dan akan menjadi kenangan bagi keluarga kami.

RIWAYAT ORANGTUA
Bapak saya lahir di Kelaten, Jawa Tengah pada tanggal 25 September. Bapak Saya pernah bekerja di sebuah Perusahaan Swasta penambangan minyak di Indonesia hingga pensiun. Dan Sekarang Bapak saya  menjadi wiraswasta.
Ibu saya lahir di Solo pada tanggal 26 Juni. Ibu saya adalah Ibu rumah tangga.


RIWAYAT PENDIDIKAN
Saya memulai riwayat pendidikan saya di TK Arahman, Bekasi, saya di TK Arahman hanya menjalankan KB (kelompok Bermain). Saya sudah dikenalan agama islam sejak TK karena di tempat TK yang saya masuki adalah TK islam, dan saya cukup aktif dalam kegiatan sehari-harinya.

Di masa SD saya bersekolah di SDN Jatimekar IX. di kelas 1 dengan Wali kelas Bu Jum, pada masa-masa saya kelas 1 saya masih belum terlalu ketat dalam pelajaran, dan saya termasuk anak yang pendiam sehingga kurang komunikasinya terhadap teman di sekitar saya. Kelas 2 SD saya berkelas di kelas 2  dengan wali kelas Bu Jum, saat kelas 2 saya mulai mempunyai mempunyai banak teman. Pada kelas 3 SD saya berkelas di delas 3 dengan wali kelas Bu Teti. Pada saat ini saya sudah mulai memasuki pelajaran bahasa inggris. Pada kelas 4 SD saya berkelas di kelas 4 dengan wali kelas Bu Meli, saat kelas 4 saya dan kelas saya pernah berkeliling kelas-kelas di kelas 4 untuk berpantun. Pada saat kelas 5 saya berkelas di kelas 5 dengan wali kelas Bu Linda, saat kelas 5, saya pernah di marahi oleh Bu Linda karena membuat angka nol dengan cara yang salah. Pada saat kelas 6 saya berkelas di kelas 6 dengan wali kelas Pak PI, wali kelas saya adalah yang tergalak di sekolah tapi Pak PI juga guru yang termasuk lucu dengan tingkah lakunya saat mengajar, Pak PI adalah guru yang terbaik di sekolah saya saat itu.
Ketika masuk SMP saya di terima di SMP favorit saat itu yaitu SMP 9 Bekasi, saya peringkat 4 dari ratusan pada saat tes masuk. Dari kelas 1 SMP samapi 3 SMP saya mempunyai banyak cerita dengan banyak teman terutama peremuan.
Ketika masuk SMA saya di terima di SMA 3 Bekasi, terletak di Galaxi Bekasi selatan. Pada saat saya masuk SMA tersebut saya masuk sebuah Organisasi yang saya ingin sekali masuki yaitu Pecinta Alam yang bernama PALAGASI karna saya suka sekali dan penasaran dengan kegiatan outdor, saya mendapatkan banyak pelajaran dari PALAGASI.

Saat ini saya sudah menjadi Mahasiswa, yang menuntut ilmu di Kampus Gunadarma, di Kampus tersebut saya megambil jurusan Sistem Informasi karna saya termasuk orang yang menyukai computer dan ingin mengexplore lebih dalam tentang computer.

Senin, 24 November 2014

Mengapa Karangan ilmiah harus bersifat Lugas, Logis, dan Efisien ?

Karangan ilmiah hanya mempunyai satu arti tidak memakai kata kiasan, sehingga pembaca tidak membuat tafsiran (interprestasi) sendiri - sendiri. Karena itu, perlu ada batasan (definisi) oprasional pengertian suatu istilah, konsep, atau variabel. Itu alasan mengapa karangan ilmiah harus bersifat lugas dan tidak emosional. Karangan ilmiah juga harus bersifat logis yaitu kalimat, alinea, subbab, disusun berdasarkan suatu urutan yang konsisten. Urutan disini meliputi urutan pengertian, klasifikasi, waktu (kronologis), ruang, sebab-akibat, umum-khusus, khusus-umum, atau proses dan peristiwa. Karangan ilmiah juga harus memiliki sifat efisien maksudnya adalah baik alinea atau subbab harus menunjukkan adanya satu kebulatan pikiran, ada penekanan, dan ada pengembangan.




sumber : http://annisafitriandini.blogspot.com/2014/11/karangan-ilmiah-harus-bersifat-lugas.html

Mengubah Paragraf Argumentatif menjadi Deskriptif

ARGUMENTATIF

Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia lakukan secara sempurna. Tembakan kaki kanan dan kiri tepat arahnya dan keras. Sundulan kepalanya sering memperdayakan kiper lawan. Bola seolah-olah menurut kehendaknya. Larinya cepat bagaikan kijang. Lawan sukar mengambil bola dari kakinya. Operan bolanya tepat dan terarah. Amin benar-benar pemain bola jempolan.


DESKRIPTIF

Menyetop bola dengan dada bagaikan algojo yang dapat memberhentikan serangan. Tembakan kanan dan kiri yang keras terlihat seperti elang yg melesat kencang memangsa lawan. Sundulan kepalanya didepan gawanf terlatih mengecoh disudut tak terjangkau seorang kiper. Lawan sukar dengan keahlian menuntun bola. Operan seperti angin yg bertiup mengikuti arah mata angin. Namanya selalu disebut ketika selesai berdoa.

Apakah suatu Bahasa perlu memiliki Ejaan ?

Ya menurut saya suatu bahasa sangat memiliki atau memerlukan suatu Ejaan yang baik dan benar karena Ejaan sangat mempengaruhi perkembangan Bangsa Indonesia. Ejaan yang meliputi penulisan huruf, penulisan kata, termasuk singkatan, akronim,angka, dan lambang bilangan, serta penggunaan tanda baca. Selain itu juga tentang pelafalan dan peraturan dalam penyerapan unsur asing. Dengan adanya ejaan tersebut tentu membantu kita dalam hal  penulisan agar penyampaian informasi dapat diterima dengan baik dan  benar oleh para pembaca.

Kamis, 15 Mei 2014

PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

Pengertian perubahan dan pengembangan Organisasi

Situasi yang terjadi menjadikan pembelajaran bahwa permasalahan tidak tumbuh secara linier, dimana banyak seklai hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya. Dengan demikian organisasi dituntut untuk terus menerus mempersiapkan dirinya mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Pengalaman yang dialami berbagai organisasi di Negara maju menunjukkan bahwa hanya organisasi yang secara konsisten terus meningkatkan dirinya melalui pengembangan organisasi yang dapat bertahan.
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.(Edi Wibowo, 2010)
Perubahan organisasional adalah tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang berlaku kini, ke kondisi masa yang akan dating yang diinginkan guna meningatkan efesiensinya.
Perubahan organisasi akan mengarah kepada opsi mundur, apabila sistem perencanaan yang ada didalamnya baik satu ataupun banyak komponen yang menyusun mengalami disfungsi. Konsekuensinya akan tampak pada meredupnya kegiatan tanpa ada alasan yang jelas dan timbulnya kesenjangan di dalam organisasi . untuk hal yang paling tampak adalah pada administrasi yang tumpang tindih dan tidak sesuai dengan AD/ART organisasi.
Perubahan organisasi akan mengarah pada opsi maju apabila ada kesinambungan yang harmonis antara system dan pelaksananya. Suasana yang berlangsung pada sisterm tersebut tertata dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur atau membuat inovasi yang koorperatif satu sama lain.
Faktor perubahan dapat terjadi karena 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal
adalah segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana factor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi.
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber.
Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesame anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.
Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.
Contoh Faktor Internal :
          a.  Perubahan kebijakan lingkungan
          b.  Perubahan tujuan
          c.  Perluasan wilayah operasi tujuan
          d.  Volume kegiatan bertambah banyak
          e.  Sikap & perilaku dari para anggota organisasi.

Faktor eksternal
Adalah segala keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Beberapa factor tersebut antara lain : Politik, Hukum , Kebudayaan, Teknologi, Sumber alam, Demografi dan sebagainya.
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
Contoh Faktor Eksternal :
          a. Politik
          b. Hukum
          c. Kebudayaan
          d. Teknologi
          e. Sumber daya alam
          f. Demografi
          g. Sosiologi 

Langkah langkah Perubahan Organisasi
-          Mengadakan pengkajian : tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang antara lain: politik, ekonomi, teknologi, hokum, social budaya dan sebagainya
-          Mengadakan identifikasi : yang perlu di identifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi . setiap factor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat
-          Menetapkan perubahan : sebelum langkah langkah perubahan diambil , pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya
-          Menentukan strategi : apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin orgganisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya
-          Melakukan evaluasi : untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negative , perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh positif terhadap organisasi dan apabila sebaliknya berarti negative
-          Mengadakan perubahan struktur organisasi
-          Mengubah sikap dan perilaku pegawai
-          Mengubah tata aliran kerja
-          Mengubah peralatan kerja
-          Mengubah prosedur kerja
-          Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar personal



Perencanaan strategi Pengembangan organisasi

Pengertian Pengembangan
Pengembangan organisasi yaitu Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan terstuktur) suatu organisasi. Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan struktur organisasi itu adaptif dengan lingkungan.
Dalam kenyataannya organisasi sering terjadi stagnan yang disebabkan ke-engganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan di anggap bisa menyebabkan dis equilibrium. Hal ini mengakibatkan patologi dalam organisasi sehingga perlu dilakukan evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi. oleh karena itu pengembangan organisasi itu harus dilakukan.
Faktor-faktor yang menyebabkan pengembangan komunikasi:
1.      Kekuatan eksternal
a.       Kompetisi yang semakin tajam dalam organisasi
b.      Perkembangan IPTEK.
c.       Perubahan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial yang membuat organisas berfikir   bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi.
    2. Kekuatan internal
        a. Struktur
        b. Sistem dan prosedur
        c. Perlengkapan dan fasilitas
        d. Proses dan saran apabila tidak cocok akan membuat organisasi melalui perbaikan.
        e. Perubahan organisasi di lakukan untuk mencocokkan dengan kebutuhan yang ada.

Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini.
Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
Perencanaan dimulai dengankeputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya sumberdayanya secara tidak efektif.

Tahap 2 : merumuskan keadaan saat ini
Pemahaman akan posisi perusahaansekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersediauntuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkutwaktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua inimemerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat melaluikomunikasi dalam organisasi.

Tahap 3 : mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
Segala kekuatan dankelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukurkemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan,masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalahbagian esensi dari proses perencanaan.

Tahap 4 : mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaiantujuan
Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut danpemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.
Ada berbagai teknik yang dirancang para ahli, dengan tujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta bekerja secara efektif, antar-individu maupun antar-kelompok dalam organisasi. Beberapa teknik yang sering digunakan berikut ini.
1. Sensitivity training, merupakan teknik OD yang pertama diperkenalkan dan ayang dahulu paling sering digunakan. Teknik ini sering disebut juga T-group. Dalam kelompok kelomok T (singkatan training) yang masing masing terdiri atas 6 – 10 peserta, pemimpin kelompok (terlatih) membimbing peserta meningkatkan kepekaan (sensitivity) terhadap orang lain, serta ketrampilan dalam hubunga antar-pribadi.
2. Team Building, adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik team building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani proyek dan organisasinya bersifat matriks.
3. Survey feedback. Dalam teknik sruvey feedback. Tiap peserta diminta menjawab kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka (misalnya persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka). Hasil surveini diumpan balikkan pada setiap peserta, termasuk pada para penyelia dan manajer yang terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah atau lokakarya yang mengevaluasi hasil keseluruhan dan mengusulkan perbaikan perbaikan konstruktif.
4. Transcational Analysis (TA). TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu. TA mengajarkan cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab, serta cara menjawab yang wajar dan menyenangkan. TA dimaksudkan untuk mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk dan menyesatkan.
5. Intergroup activities. Fokus dalam teknik intergroup activities adalah peningkatan hubungan baik antar-kelompok.Ketergantungan antar kelompok , yang membentuk kesatuan organisasi, menimbulkan banyak masalah dalam koordinasi. Intergroup activities dirancang untuk meningkatkan kerjasama atau memecahkan konflik yang mungkin timbul akibat saling ketergantungan tersebut.
6. Proses Consultation. Dalam Process consultation, konsultan OD mengamati komunikasi , pola pengambilan keputusan , gaya kepemimpinan, metode kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi. Konsultan kemudian memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang proses yang telah diamatinya , serta menganjurkan tindakan koreksi.
7. Grip OD. Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada konsep managerial grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum pada aspek manusia maupun aspek produksi.
8. Third-party peacemaking. Dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik antar-individu dan kelompok.


Implikasi Manajerial
Dalam pengambilan keputusan dibidang manajerial, seorang pemimpin harus memperhatikan segala aspek yang melatarbelakangi sebuah permasalahan yang harus diberikan jalan keluar. Ketrampilan seorang pemimpin dalam hal ini harus selalu diasah karena permasalahan yang muncul akan semakin kompleks dan semakin membutuhkan pertimbangan yang matang. Dibutuhkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan-keputusan penting, tetapi resiko dari keputusan yang telah diambilpun harus bisa diterima oleh semua kalangan. Oleh karena itu penting untuk seorang pemimpin memperhatikan detail dari semua aspek yang ada, sebisa mungkin sebuah keputusan harus diambil untuk kebaikan dan keadilan semuanya.




sumber : 
http://dian-ratnas.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajerial_18.html

DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI

DIMINESI STRUKTUR ORGANISASI
1.    Dimensi struktur organisasiStruktur organisasi adalah pola tentang hubungan antara berbagai komponen dan bagian organisasi. Pada organisasi formal struktur direncanakan dan merupakan usaha sengaja untuk menetapkan pola hubungan antara berbagai komponen, sehingga dapat mencapai sasaran secara efektif. Sedangkan pada organisasi informal, struktur organisasi adalah aspek sistem yang tidak direncanakan dan timbul secara spontan akibat interaksi peserta.
Struktur organisasi-organisasi memberikan kerangka yang menghubungkan wewenang karena struktur merupakan penetapan dan penghubung antar posisi para anggota organisasi. Jika seseorang memiliki suatu wewenang, maka dia harus dapat mempertanggungjawabkan wewenangnya tersebut.
Pada umumnya orang akan menganggap struktur sama dengan desain organisasi. Sesungguhnya desain organisasi merupakan proses perkembangan hubungan dan penciptaan struktur untuk mencapai tujuan organisasi. Jadi struktur merupakan hasil dari proses desain. Proses desain merupakan suatu kegiatan yang bersifat kontinu dan dirancang oleh manajer. Apapun bentuk atau hasil dari proses desain tersebut, para perancang desain organisasi harus merancang sebuah organisasi yang dapat membuat organisasi tersebut tetap bertahan hidup. Selain itu pemilihan desain organisasi tersebut akan menentukan besar kecilnya organisasi.Setiap ukuran organisasi akan memberikan keuntungan masing-masing, namun diharapkan tercapainya tujuan organisasi dan juga eksistensi dari organisasi.

 2.      Tiga Dimensi Struktur Organisasi
    A.    Kompleksitas
Mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk di dalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di dalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.
Diferensiasi :
     Diffrensiasi horizontal,  merujuk pada tingkat diferensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggota, sifat dari tugas yang dilaksanakan, dan tingkat pendidikan dan pelatihannya.
Spesialisasi adalah pengelompokkan aktivitas tertentu yang dilakukan satu individu.
Spesialisasi fungsional = pembagian kerja.
Spesialisasi social =  individunya yang dispesialisasi

Departementalisasi : cara organisasi secara khas mengkoordiinasikan aktivitas yang telah dideferensiasi secara horizontal. Misal : Berdasarkan fungsi; geografis;produk; proses
    Diffrensiasi vertical,  merujuk pada kedalaman struktur
Misal : organisasi berbentuk tall atau flat, tergantung dari rentang kendali (span of control)
    Diferensiasi Spasial,  tingkat sejauh mana lokasi dari kantor,pabrik, dan personalia sebuah organisasi tersebar secara geografis.
    B.  Formalisasi
Formalisasi, yaitu sejauh mana organisasi menyandarkan dirinya pada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari para pegawainya.
Keuntungan adanya standarisasi :
·         Standarisasi perilaku akan mengurangi keanekaragaman
·         Memudahkan koordinasi
·         Adanya penghematan

Formalisasi :
a.       Bersifat eksternal bagi pegawai, peraturan, prosedur, dan aturan ditetapkan   secara terinci,     dikodifikasi, & dilaksanakan  melalui pengawasan langsunng.
b.      Perilaku yang diinternalkan, melalui nilai, norma.
Teknik-teknik Formalisasi
o   Seleksi
o   Persyaratan peran
o   Peraturan, prosedur, dan kebijaksanaan.
o   Pelatihan
o   Ritual.
    C.     Sentralisasi
Sentralisasi, tingkat di mana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik  tunggal di dalam organisasi
Hambatan sentralisasi :
o   Hanya memperhatikan struktur formal.
o   Memperhatikan kebebasan dalam pengambilan keputusan.
o   Konsentrasi pada seseorang, unit atau tingkat.
o   Kontrol dari top manajemen, tetapi keputusan tetap terletak pada anggota tingkat rendah.
Keuntungan desentralisasi :
o   setiap manajer mempunyai keterbatasan terhadap jumlah informasi
o   Dapat menanggapi perubahan dengan cepat.
o   Memberi masukan lebih rinci bagi pengambil keputusan.
o   Memotivasi pegawai untuk memberi kesempatan dlm pengambilan keputusan.
o   Memberi peluang pelatihan bagi manajer tingkat rendah.
Keuntungan sentralisasi :
o   Keputusan komprehensif yang akan diambil.
o   Penghematan dan lebih efektif

3.      Empat keputusan Manajerial
Empat keputusan manajerial yaitu:
    Keputusan terprogram (programmed decision)
    Keputusan yang dibuat untuk menangani situasi / masalah yang cukup sering terjadi, sehinnga pembuat keputusan dapat membuat aturan-aturan pembuatan keputusan untuk diterapkan di masa depan. Misalnya keputusan untuk memesan persediaan ketika persediaan berada pada level tertentu.
    2. Keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decision)
    Keputusan yang dibuat dalam menanggapi situasi yang unik, tidak familier dan tidak terstruktur serta menimbulkan konsekuensi-konsekuensi penting bagi organisasi.banyak keputusan tidak terprogram melibatkan perencanaan strategis, karena ketidakpastiannya begitu besar dan keputusan merupakan hal yang sangat kompleks.
    Kepastian , resiko, ketidakpastian dan ambiguitas
    Kepastian (certainly)Ø
    Terjadi jika ionformasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan tersedia dengan lengkap. Para manager memiliki informasi mengenai kondisi biaya operasi, biaya, batasan-batasan sumber daya, dari masing-masing tindakan serta kemungkinan perolehan hasil yang akan diperoleh
    Ø Resiko (risk)
    Terjadi apabila sebuah keputusan memiliki sasaran yang jelas dan didasarkan pada informasi yang baik, namun konsekuensi masa depan dari masing-masing alternative keputusan tidak pasti. Analisis statistic dapat digunakan untuk mengalkulasi kemungkinan keberhasilan atau kegagalan. Ukuran resiko dapat mengidentifikasikan kemungkinan kegagalan suatu alternative dimasa depan.Ø Ketidakpastian (uncertainly)
    Berarti manajer mengetahui sasaran mana yang ingin diraih tetapi informasi mengenai alternative dan kejadian masa depan tidak lengkap. Manajer tidak memiliki informasi yang cukup jelas mengenai berbagai alternative atau untuk mengestimasi resikonya. Factor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan seperti harga, biaya produksi, volume atau tingkat suku bunga. Masa depan sulit di analisis dan diprediksi.Ø Ambiguitas (ambiquity)
    Ambiguitas selama ini dianggap sebagai situasi keputusan tersulit yang harus dilakukan. Ambiguitas memiliki arti bahwa sasaran-sasaran yang harus diraih/masalah yang harus dilakukan tidak  jelas.

 4.      Dimensi Struktur Organisasi
Dalam kasus-kasus tertentu, ahli organisasi menggunakan pengukuran-pengukuran untuk  menjelaskan dimensi-dimensi dalam organisasi, diantaranya adalah :
    Ukuran : jumlah anggota dalam organisasi.
    Komponen administratif : persentase total jumlah anggota yang menjalankan tugas tanggung jawab administratif.
    Rentang kendali : jumlah bawahan yang menjadi yanggung jawab seorang manajer.
    Spesialisasi : jumlah kekhususan yang dilakukan dalam organisasi.
    Standardiasai : adanya prosedur-prosedur untuk mengatur peristiwa yang berulang.
    Formalisasi : sejauh mana aturan-aturan dan komunikasi yang dilakukan secara tertulis.
    Sentralisasi : konsentrasi wewenang pengambilan keputusan.
    Kompleksitas : jumlah diferensiasi vertikal, jumlah unit atau departemen.
    Delegasi wewenang : rasio antara jumlah keputusan manajerial spesifik yang didelegasikan pucuk     pimpinan, dan jumlah yang diputuskan sendiri.
    Integrasi : kualitas kerja sama diantara unit-unit yang dibutuhkan untuk menyatukan tujuan, atau rencana-rencana dan umpan balik yang digunakan untuk mengkoordinasikan unit-unit.
    Diferensiasi : jumlah fungsi-fungsi khusus yang dijalankan dalam organisasi, atau perbedaan dalam orientasi kognitif dan emosional diantara pada menejer dari departemen yang berbeda.

    5.      Model Desain Organisasi
    1.       Model organisasi mekanistik
Yaitu model yang menekankan pentingnya mencapai produksi dan efisiensi tingkat tinggi. Henry Fayol mengajukan sejumlah prinsip yang berkaitan dengan fungi pimpinan untuk mengorganisasi dan empat diantaranya berhubungan dengan pemahaman model mekanistik yaitu:
    Prinsip Spesialisasi yaitu merupakan sarana terbaik untuk mendayagunakan tenaga individu dan kelompok.
    Prinsip Kesatuan Arah yaitu semua pekerjaan harus dikelompokkan berdasarkan keahlian.
    Prinsip Wewenang dan Tanggung jawab yaitu manager harus mendapat pendelegasian wewenang yang cukup untuk melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.
    Prinsip Rantai Skalar yaitu hasil alami dari pelaksanaan ketiga prinsip sebelumnya adalah rantai tingkatan manajer dari peringkat wewenang paling tinggi sampai dengan peringkat paling rendah. Rantai scalar adalah jalur keseluruhan komunikasi vertical dalam sebuah organisasi.
2.  Model Organik
Yaitu menekankan pada pentingnya mencapai keadaptasian dan perkembangan tingkat tinggi. Desain organisasi ini kurang mengandalkan peraturan dan prosedur, wewenang yang disentralisasikan atau spesialisas yang tinggi.
Model organik desain organisasi merupakan kontars dari model mekanistik. Karakteristik dan praktek organisasi yang mendasari model organik sama sekali berbeda dari karakteristik dan praktek yang mendasari model mekanistik. Perbedaan yang paling mencolok antara kedua model itu berasal dari criteria keefektifan yang berbeda yang ingin diusahakan sebesar-besarnya oleh masing-masing model. Jika model mekanistik berusaha untuk mencapai efisiensi dan produksi secara maksimum, maka model organik berusaha untuk mencapai keluwesan dan keadaptasian yang maksimum. Organisasi organik bersifat luwes dan dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan lingkungan karena desain organisasinya mendorong untuk lebih mendayagunakan potensi manusia.

    6.      Faktor Penting dalam Mendesain Organisasi
Desain organisasi telah menjadi inti kerja manajerial karena usaha-usaha sebelumnya untuk mengembangkan teori manajemen. Kepentingan keputusan desain telah menstimulasi minat yang besar atas topik bahasan. Manajer dan pakar teori perilaku organisasi dan peneliti telah berkontribusi terhadap apa yang disebut sebagai bahan bacaan yang dapat dipertimbangkan. Manajer yang menghadapi perlunya mendesain struktur organisasi adalah pada posisi kehilangan ide. Sangat berbeda, bahan desain organisasi telah mempunyai sejumlah ide yang menimbulkan konflik yakni bagaimana suatu organisasi didesain mengoptimalkan efektivitas

Cara manajemen mendesain organisasi harus mengingat dimensi struktur organisasi. Bagaimana kombinasinya mempunyai dampak langsung atas efektivitas individual, kelompok dan organisasi itu sendiri. Manajer harus mempertimbangkan sejumlah faktor ketika mendesain organisasi, di antar satu yang sangat penting adalah teknologi, sifat kerja itu sendiri, karakteristik orang yang melakukan kerja, tuntutan lingkungan organisasi, keperluan untuk menerima dan memproses informasi dari lingkungan tersebut, dan keseluruhan strategi yang di pilih organisasi untuk berhubungan dengan lingkungan.

DEPARTEMENTALISASI
1. Pengertian Departementalisasi
       Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa – numeral
9. Proyek atau matriks

2.  Departementalisasi Fungsional
              Departentalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi.
Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
3 . Departementalisasi Divisional
              Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.
Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi.
Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

Model Desain Organisasi
Model desain organisasi dibedakan menjadi 2, yaitu :
Ø  Model Mekanistis
Menekankan pentingnya produksi dan efisiensi melalui :
• Penggunaan Ekstensif aturan dan prosedur
• Kewenangan terpusat
• Spesialisasai tenaga kerja yang tinggi

Ø  Model Organik
Menekankan pentingnya produksi dan efisiensi melalui :
• Penggunaan terbatas aturan dan prosedur
• Kewenangan terdesentralisasi
• Derajat spesialisasi yang relatif rendah

a.  Desain Struktur Mekanisme

1.  Kepemimpinan Tidak ada rasa percaya antara atasan dan bawahan
2.  Motif Hanya motif fisik, keamanan da ekonomi melalui penggunaan rasa takut dan sanksi
3.  Komunikasi Informasi mengalir kebawah dan cenderung terdistrosi, tidak akurat dan dicurigai bawahan Informasi mengalir bebas : ke atas, ke bawah dan lateral
4.  Interaksi Tertutup dan terbatas. Bawahan punya sedikit efek pada sasaran metode dan kegiatan departemen
5.  Keputusan Relatif terpusat terjadi pada puncak organisasi
6.  Penetapan Sasaran Pada puncak organisasi, mencegah partisipasi kelompok
7.   Kendali Terpusat. Menekankan penetapan kambing hitam dalam suatu kesalahan
8.  Sasaran Kinerja Rendah dan dicari dengan pasif oleh manajer, yang tidak berkomitmen mengembangkan personalia organisasi

b.  Desain Struktur Organisasi

1.  Ada rasa percaya antara atasan dan bawahan
2.  Banyak motif melalui metode partisipatif
3.  Informasinya akurat dan tidak terdistorsi
4.  Terbuka dan ekstensif. Atasan dan bawahan mampu mempengaruhi sasaran, metode dan kegiatan departemen
5.  Relatif terdenstralisasi tejadi di semua level dengan proses kelompok
6.  Mendorong partisipasi kelompok dalam penetapan tujuan
7.  Tersebar sepanjang organisasi. Menekankan kontrol-diri dan pemecahan masalah
8.  Tinggi dan dicari dengan aktif oleh atasan, yang berkomitmen mengembangkan SDM organisasi

Implikasi Manajerial
Kesimpulan nya Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini bertujuan untuk tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah dengan untuk mencapai tujuan


Sumber: